Surat Untuk Para Ibu di Indonesia


 Ibu ......Kasus pelecehan yg dilakukan oleh seorang artis SJ cukup menyita perhatian  masyarakat Indonesia . Tak kurang dari masyarakat,para pemerhati anak , KPAI, sampai Menteri KPPA turut mengeluarkan pernyataan dan bersimpati pada DS sang korban.  Hampir semua chanel televisi swasta turut memberitakan bahkan acara sekelas ILC Karni Ilyas TV one turut mengangkat topik tersebut. Sang pelaku SJ telah ditetapkan sebagai tersangka. Sebagai seorang ibu tentunya saya turut prihatin atas kejadian yang menimpa korban.  Namun satu hal yg luput dari pengamatan pemerhati anak yaitu keseharian korban.  Faktanya DS adalah siswa kelas XII yang akan mengahapi UN pada bulan april, DS, rajin' mengikuti acara acara musik sebagai penonton bayaran, sehari sebelum kejadian yaitu hari kamis pagi DS menjadi penonton di acara INBOX sore di acara Trans Media, malam di D academy hingga diatas jam 12 malam....  Pertanyaannya bukankan aktivitas itu dia lakukan pada jam dimana seharusnya anak tersebut sekolah, dan belajar apalagi hanya 2 bulan lagi menjelang UN?  Lalu dimana KELUARGA nya ....  Dimana ibu nya... Kalau saja keluarga dapat lebih memperhatikan DS mungkin saja musibah tsb tidak akan terjadi......   Kalau sudah begini semua menyalahkan pelaku. Seakan kesalahan mutlak karena pelaku.  Walaupun jelas pelaku salah .dan DS sebagai anak adalah korban. Tapi bukankah tidak akan ada asap bila tidak ada api...  Mengawasi anak apalagi  di usia SMA memang jauh lebih sulit....  Apalagi di kota besar seperti jakarta.  Sebaiknya para orang tua selalu  berkomunikasi dengan pihak sekolah terutama untuk kehadiran anak.. Memberikan pendidikan karakter dan pendidikan agama pada anak...  Janganlah keluarga hanya menjadi pihak yang paling menderita saat terjadi musibah.   Keluargalah yang bisa melindungi anak anak kita dari para predator di luar sana.
Bila kita sebagai orang tua lebih berfikir keras dan kreatif tentunya banyak cara yang dapat kita lakukan untuk melindungi dan mengawasi anak anak kita..... Ayo ibu janganlah kita menjadi keluarga korban namun jadilah Keluarga Siaga yg selalu siap mengawasi anak anak kita  dengan selalu berdoa dan melakukan berbagai langkah pengawasan dan pencegahan secara kreatif.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar